


Denpasar, 3 Juli 2026 – Yayasan Dwijendra Denpasar bersama seluruh unit pendidikan melaksanakan kegiatan Ngaturang Ayah di Pura Luhur Uluwatu. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian piodalan yang puncaknya akan dilaksanakan pada Selasa, 7 Juli 2026. Kehadiran seluruh keluarga besar Yayasan Dwijendra menjadi wujud nyata pelestarian nilai-nilai spiritual, budaya, serta rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.



Dalam kegiatan tersebut, SMP Dwijendra Denpasar turut berpartisipasi dengan mengajak siswa-siswinya untuk ngaturang ayah melalui penampilan Tari Rejang dan Tari Baris Gede yang diiringi oleh tabuh gamelan. Penampilan yang berlangsung dengan penuh penghayatan ini menambah suasana sakral di kawasan Pura Luhur Uluwatu sekaligus menjadi bentuk pelestarian seni budaya Bali.



Antusiasme siswa SMP Dwijendra Denpasar begitu tinggi selama mengikuti kegiatan Ngaturang Ayah di Pura Luhur Uluwatu. Kesempatan untuk ngayah di salah satu pura kahyangan jagat menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan kecintaan terhadap seni, budaya, dan nilai-nilai spiritual. Semangat pengabdian juga ditunjukkan oleh para guru yang turut mempersembahkan Tari Topeng Keras, Topeng Tua, dan Topeng Arsa Wijaya, serta mendampingi siswa dalam menabuh gamelan sehingga seluruh rangkaian persembahan berlangsung khidmat dan penuh makna.

Melalui kegiatan Ngaturang Ayah ini, Yayasan Dwijendra Denpasar terus menunjukkan komitmennya dalam menanamkan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai spiritual, pelestarian budaya, serta semangat kebersamaan. Diharapkan pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi para siswa untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya Bali sebagai bagian dari identitas bangsa.






