- berita

Tidak Merokok tapi Kena Kanker Paru, Kok Bisa?

Jika Anda merasa aman dari ancaman kanker paru-paru karena tidak pernah merokok, sebaiknya Anda tetap harus waspada. Faktanya, tidak merokok bukan berarti Anda pasti akan terbebas dari kanker paru-paru. Ada sejumlah kondisi yang nyatanya dapat meningkatkan risiko bagi non-perokok untuk terkena kanker paru-paru.

Hal inilah yang dialami Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sosok yang selalu menjadi andalan masyarakat Indonesia atas perannya sebagai pemberi informasi tentang bencana ini mengidap kanker paru Stadium IV sejak Januari 2018 lalu. Menurut informasi, Sutopo bahkan mengaku kaget mendengar vonis dokter tersebut karena ia bukan perokok.

Faktor perokok pasif

Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya. “Selama saya praktik, 5-10% pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kanker paru-paru pada non-perokok adalah terlalu sering terpapar asap rokok, atau lazim disebut perokok pasif. Walaupun risikonya tidak sebesar perokok aktif, terbukti menjadi perokok pasif juga dapat memberi dampak negatif jangka panjang.

Penelitian menyebutkan 1 dari 5 wanita yang menderita kanker paru-paru tidak pernah merokok, dibandingkan dengan 1 dari 10 pria. Sebuah tinjauan pasien kanker paru-paru yang menjalani operasi dari 2008 sampai 2014 di Inggris, juga menemukan bahwa 67% dari mereka yang tidak pernah merokok adalah wanita.

Lebih lanjut, berdasarkan laporan World Health Organization (WHO), asap rokok meningkatkan kemungkinan seorang perokok pasif mendapatkan kanker paru-paru hingga 20-30% dan menyebabkan 430 ribu kematian di seluruh dunia setiap tahun, yang 64% di antaranya adalah wanita.

Faktor-faktor penyebab kanker paru lainnya

Selain perokok pasif, menurut American Cancer Society ada beberapa faktor lainnya yang dapat membuat seorang non-perokok terkena penyakit kanker paru-paru:

1. Gas radon

Menurut US Environmental Protection Agency (EPA), penyebab utama kanker paru-paru bagi orang yang tidak merokok adalah paparan gas radon. Disebutkan bahwa gas radon menyumbang sekitar 21 ribu kematian akibat kanker paru-paru setiap tahun.

Radon terjadi secara alami di luar ruangan dalam jumlah yang tidak berbahaya, tetapi kadang-kadang menjadi sangat berbahaya di rumah-rumah yang dibangun di atas tanah dengan endapan uranium alam. Studi menemukan bahwa risiko kanker paru-paru lebih tinggi pada mereka yang tinggal bertahun-tahun di rumah yang terkontaminasi radon.

2. Tempat bekerja

Bagi sebagian orang, tempat kerja mereka adalah sumber paparan karsinogen seperti dari paparan asbes dan knalpot mesin diesel. Meski pemerintah dan industri telah mengambil langkah untuk membantu melindungi pekerja, nyatanya bahaya masih mengintai. Dan jika pekerjaan Anda berhubungan dengan asbes dan knalpot mesin diesel, sebaiknya batasi paparan Anda terhadap kedua material tersebut.

3. Polusi udara

Sudah lama diketahui bahwa polusi udara – baik itu polusi dalam ruangan maupun polusi luar ruangan – berkontribusi terhadap terjadinya kanker paru-paru. WHO telah mengklasifikasikan polusi luar ruangan sebagai agen penyebab kanker (karsinogenik).

4. Mutasi gen

Para peneliti sedang mempelajari lebih banyak tentang apa yang menyebabkan sel menjadi kanker, dan bagaimana sel kanker paru berbeda antara non-perokok dan perokok. Memahami bagaimana perubahan gen yang menyebabkan sel kanker paru tumbuh akan membantu para peneliti untuk mengembangkan terapi.

Keempat faktor tersebut adalah penyebab seseorang bisa terkena penyakit kanker paru meski ia tidak merokok. Oleh karenanya, jagalah kualitas udara di rumah Anda. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah rumah terkontaminasi radon atau tidak adalah melalui pengujian. Hindari juga paparan asap rokok, dan minimalkan paparan terhadap bahan-bahan karsinogen untuk mencegah terserang kanker paru-paru pada non-perokok. Menjaga asupan makanan Anda sehari-hari juga dapat menurunkan risiko. (https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3616093/tidak-merokok-tapi-kena-kanker-paru-kok-bisa)

Setelah membaca, anak – anak wajib mengisi form literasi dengan menekan tautan ini di bawah ini.

About Humas Division

Read All Posts By Humas Division

72 thoughts on “Tidak Merokok tapi Kena Kanker Paru, Kok Bisa?

  1. Jika Anda merasa aman dari ancaman kanker paru-paru karena tidak pernah merokok, sebaiknya Anda tetap harus waspada. Faktanya, tidak merokok bukan berarti Anda pasti akan terbebas dari kanker paru-paru. Ada sejumlah kondisi yang nyatanya dapat meningkatkan risiko bagi non-perokok untuk terkena kanker paru-paru.

    Hal inilah yang dialami Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sosok yang selalu menjadi andalan masyarakat Indonesia atas perannya sebagai pemberi informasi tentang bencana ini mengidap kanker paru Stadium IV sejak Januari 2018 lalu. Menurut informasi, Sutopo bahkan mengaku kaget mendengar vonis dokter tersebut karena ia bukan perokok.

    Faktor perokok pasif

    Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya. “Selama saya praktik, 5-10% pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

    1. Jika Anda merasa aman dari ancaman kanker paru-paru karena tidak pernah merokok, sebaiknya Anda tetap harus waspada. Faktanya, tidak merokok bukan berarti Anda pasti akan terbebas dari kanker paru-paru. Ada sejumlah kondisi yang nyatanya dapat meningkatkan risiko bagi non-perokok untuk terkena kanker paru-paru.

      Hal inilah yang dialami Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sosok yang selalu menjadi andalan masyarakat Indonesia atas perannya sebagai pemberi informasi tentang bencana ini mengidap kanker paru Stadium IV sejak Januari 2018 lalu. Menurut informasi, Sutopo bahkan mengaku kaget mendengar vonis dokter tersebut karena ia bukan perokok.

      Faktor perokok pasif

      Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya. “Selama saya praktik, 5-10% pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

  2. Tidak Merokok tapi Kena Kanker Paru, Kok Bisa?
    Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya. “Selama saya praktik, 5-10% pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

    Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kanker paru-paru pada non-perokok adalah terlalu sering terpapar asap rokok, atau lazim disebut perokok pasif. Walaupun risikonya tidak sebesar perokok aktif, terbukti menjadi perokok pasif juga dapat memberi dampak negatif jangka panjang.

    Penelitian menyebutkan 1 dari 5 wanita yang menderita kanker paru-paru tidak pernah merokok, dibandingkan dengan 1 dari 10 pria. Sebuah tinjauan pasien kanker paru-paru yang menjalani operasi dari 2008 sampai 2014 di Inggris, juga menemukan bahwa 67% dari mereka yang tidak pernah merokok adalah wanita.

    Lebih lanjut, berdasarkan laporan World Health Organization (WHO), asap rokok meningkatkan kemungkinan seorang perokok pasif mendapatkan kanker paru-paru hingga 20-30% dan menyebabkan 430 ribu kematian di seluruh dunia setiap tahun, yang 64% di antaranya adalah wanita.

  3. Hal inilah yang dialami Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sosok yang selalu menjadi andalan masyarakat Indonesia atas perannya sebagai pemberi informasi tentang bencana ini mengidap kanker paru Stadium IV sejak Januari 2018 lalu. Menurut informasi, Sutopo bahkan mengaku kaget mendengar vonis dokter tersebut karena ia bukan perokok

    Faktor-faktor penyebab kanker paru lainnya

    Selain perokok pasif, menurut American Cancer Society ada beberapa faktor lainnya yang dapat membuat seorang non-perokok terkena penyakit kanker paru-paru:

    1. Gas radon
    2. Tempat bekerja
    3. Polusi udara
    4. Mutasi gen

  4. Jika Anda merasa aman dari ancaman kanker paru-paru karena tidak pernah merokok, sebaiknya Anda tetap harus waspada. Faktanya, tidak merokok bukan berarti Anda pasti akan terbebas dari kanker paru-paru. Ada sejumlah kondisi yang nyatanya dapat meningkatkan risiko bagi non-perokok untuk terkena kanker paru-paru.

    Hal inilah yang dialami Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sosok yang selalu menjadi andalan masyarakat Indonesia atas perannya sebagai pemberi informasi tentang bencana ini mengidap kanker paru Stadium IV sejak Januari 2018 lalu. Menurut informasi, Sutopo bahkan mengaku kaget mendengar vonis dokter tersebut karena ia bukan perokok.

    Faktor perokok pasif

    Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya. “Selama saya praktik, 5-10% pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

    Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kanker paru-paru pada non-perokok adalah terlalu sering terpapar asap rokok, atau lazim disebut perokok pasif. Walaupun risikonya tidak sebesar perokok aktif, terbukti menjadi perokok pasif juga dapat memberi dampak negatif jangka panjang.

    Penelitian menyebutkan 1 dari 5 wanita yang menderita kanker paru-paru tidak pernah merokok, dibandingkan dengan 1 dari 10 pria. Sebuah tinjauan pasien kanker paru-paru yang menjalani operasi dari 2008 sampai 2014 di Inggris, juga menemukan bahwa 67% dari mereka yang tidak pernah merokok adalah wanita.

  5. Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya. “Selama saya praktik, 5-10% pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

    Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kanker paru-paru pada non-perokok adalah terlalu sering terpapar asap rokok, atau lazim disebut perokok pasif. Walaupun risikonya tidak sebesar perokok aktif, terbukti menjadi perokok pasif juga dapat memberi dampak negatif jangka panjang.

    Penelitian menyebutkan 1 dari 5 wanita yang menderita kanker paru-paru tidak pernah merokok, dibandingkan dengan 1 dari 10 pria. Sebuah tinjauan pasien kanker paru-paru yang menjalani operasi dari 2008 sampai 2014 di Inggris, juga menemukan bahwa 67% dari mereka yang tidak pernah merokok adalah wanita.

    Lebih lanjut, berdasarkan laporan World Health Organization (WHO), asap rokok meningkatkan kemungkinan seorang perokok pasif mendapatkan kanker paru-paru hingga 20-30% dan menyebabkan 430 ribu kematian di seluruh dunia setiap tahun, yang 64% di antaranya adalah wanita.

  6. Jika Anda merasa aman dari ancaman kanker paru-paru karena tidak pernah merokok, sebaiknya Anda tetap harus waspada. Faktanya, tidak merokok bukan berarti Anda pasti akan terbebas dari kanker paru-paru. Ada sejumlah kondisi yang nyatanya dapat meningkatkan risiko bagi non-perokok untuk terkena kanker paru-paru.

    Hal inilah yang dialami Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sosok yang selalu menjadi andalan masyarakat Indonesia atas perannya sebagai pemberi informasi tentang bencana ini mengidap kanker paru Stadium IV sejak Januari 2018 lalu. Menurut informasi, Sutopo bahkan mengaku kaget mendengar vonis dokter tersebut karena ia bukan perokok.

    Faktor perokok pasif

    Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya. “Selama saya praktik, 5-10% pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

  7. Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya. “Selama saya praktik, 5-10% pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

    Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kanker paru-paru pada non-perokok adalah terlalu sering terpapar asap rokok, atau lazim disebut perokok pasif. Walaupun risikonya tidak sebesar perokok aktif, terbukti menjadi perokok pasif juga dapat memberi dampak negatif jangka panjang.

  8. Jika Anda merasa aman dari ancaman kanker paru-paru karena tidak pernah merokok, sebaiknya Anda tetap harus waspada. Faktanya, tidak merokok bukan berarti Anda pasti akan terbebas dari kanker paru-paru. Ada sejumlah kondisi yang nyatanya dapat meningkatkan risiko bagi non-perokok untuk terkena kanker paru-paru.

    Hal inilah yang dialami Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sosok yang selalu menjadi andalan masyarakat Indonesia atas perannya sebagai pemberi informasi tentang bencana ini mengidap kanker paru Stadium IV sejak Januari 2018 lalu. Menurut informasi, Sutopo bahkan mengaku kaget mendengar vonis dokter tersebut karena ia bukan perokok.

    Faktor perokok pasif

    Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya. “Selama saya praktik, 5-10% pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

  9. Tidak Merokok tapi Kena Kanker Paru, Kok Bisa?
    Jika Anda merasa aman dari ancaman kanker paru-paru karena tidak pernah merokok, sebaiknya Anda tetap harus waspada. Faktanya, tidak merokok bukan berarti Anda pasti akan terbebas dari kanker paru-paru. Ada sejumlah kondisi yang nyatanya dapat meningkatkan risiko bagi non-perokok untuk terkena kanker paru-paru.

    Hal inilah yang dialami Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sosok yang selalu menjadi andalan masyarakat Indonesia atas perannya sebagai pemberi informasi tentang bencana ini mengidap kanker paru Stadium IV sejak Januari 2018 lalu. Menurut informasi, Sutopo bahkan mengaku kaget mendengar vonis dokter tersebut karena ia bukan perokok.

    Faktor perokok pasif

    Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya. “Selama saya praktik, 5-10% pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

    Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kanker paru-paru pada non-perokok adalah terlalu sering terpapar asap rokok, atau lazim disebut perokok pasif. Walaupun risikonya tidak sebesar perokok aktif, terbukti menjadi perokok pasif juga dapat memberi dampak negatif jangka panjang.

    Penelitian menyebutkan 1 dari 5 wanita yang menderita kanker paru-paru tidak pernah merokok, dibandingkan dengan 1 dari 10 pria. Sebuah tinjauan pasien kanker paru-paru yang menjalani operasi dari 2008 sampai 2014 di Inggris, juga menemukan bahwa 67% dari mereka yang tidak pernah merokok adalah wanita.

    Lebih lanjut, berdasarkan laporan World Health Organization (WHO), asap rokok meningkatkan kemungkinan seorang perokok pasif mendapatkan kanker paru-paru hingga 20-30% dan menyebabkan 430 ribu kematian di seluruh dunia setiap tahun, yang 64% di antaranya adalah wanita.

    Faktor-faktor penyebab kanker paru lainnya

    Selain perokok pasif, menurut American Cancer Society ada beberapa faktor lainnya yang dapat membuat seorang non-perokok terkena penyakit kanker paru-paru:

    1. Gas radon
    Menurut US Environmental Protection Agency (EPA), penyebab utama kanker paru-paru bagi orang yang tidak merokok adalah paparan gas radon. Disebutkan bahwa gas radon menyumbang sekitar 21 ribu kematian akibat kanker paru-paru setiap tahun.

    Radon terjadi secara alami di luar ruangan dalam jumlah yang tidak berbahaya, tetapi kadang-kadang menjadi sangat berbahaya di rumah-rumah yang dibangun di atas tanah dengan endapan uranium alam. Studi menemukan bahwa risiko kanker paru-paru lebih tinggi pada mereka yang tinggal bertahun-tahun di rumah yang terkontaminasi radon.

    2. Tempat bekerja
    Bagi sebagian orang, tempat kerja mereka adalah sumber paparan karsinogen seperti dari paparan asbes dan knalpot mesin diesel. Meski pemerintah dan industri telah mengambil langkah untuk membantu melindungi pekerja, nyatanya bahaya masih mengintai. Dan jika pekerjaan Anda berhubungan dengan asbes dan knalpot mesin diesel, sebaiknya batasi paparan Anda terhadap kedua material tersebut.

    3. Polusi udara
    Sudah lama diketahui bahwa polusi udara – baik itu polusi dalam ruangan maupun polusi luar ruangan – berkontribusi terhadap terjadinya kanker paru-paru. WHO telah mengklasifikasikan polusi luar ruangan sebagai agen penyebab kanker (karsinogenik).

    4. Mutasi gen
    Para peneliti sedang mempelajari lebih banyak tentang apa yang menyebabkan sel menjadi kanker, dan bagaimana sel kanker paru berbeda antara non-perokok dan perokok. Memahami bagaimana perubahan gen yang menyebabkan sel kanker paru tumbuh akan membantu para peneliti untuk mengembangkan terapi.

    Keempat faktor tersebut adalah penyebab seseorang bisa terkena penyakit kanker paru meski ia tidak merokok. Oleh karenanya, jagalah kualitas udara di rumah Anda. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah rumah terkontaminasi radon atau tidak adalah melalui pengujian. Hindari juga paparan asap rokok, dan minimalkan paparan terhadap bahan-bahan karsinogen untuk mencegah terserang kanker paru-paru pada non-perokok. Menjaga asupan makanan Anda sehari-hari juga dapat menurunkan risiko. (https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3616093/tidak-merokok-tapi-kena-kanker-paru-kok-bisa)

  10. Jika Anda merasa aman dari ancaman kanker paru-paru karena tidak pernah merokok, sebaiknya Anda tetap harus waspada. Faktanya, tidak merokok bukan berarti Anda pasti akan terbebas dari kanker paru-paru. Ada sejumlah kondisi yang nyatanya dapat meningkatkan risiko bagi non-perokok untuk terkena kanker paru-paru.

    Hal inilah yang dialami Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sosok yang selalu menjadi andalan masyarakat Indonesia atas perannya sebagai pemberi informasi tentang bencana ini mengidap kanker paru Stadium IV sejak Januari 2018 lalu. Menurut informasi, Sutopo bahkan mengaku kaget mendengar vonis dokter tersebut karena ia bukan perokok.

    Faktor perokok pasif

    Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya. “Selama saya praktik, 5-10% pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

    Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kanker paru-paru pada non-perokok adalah terlalu sering terpapar asap rokok, atau lazim disebut perokok pasif. Walaupun risikonya tidak sebesar perokok aktif, terbukti menjadi perokok pasif juga dapat memberi dampak negatif jangka panjang.

    Penelitian menyebutkan 1 dari 5 wanita yang menderita kanker paru-paru tidak pernah merokok, dibandingkan dengan 1 dari 10 pria. Sebuah tinjauan pasien kanker paru-paru yang menjalani operasi dari 2008 sampai 2014 di Inggris, juga menemukan bahwa 67% dari mereka yang tidak pernah merokok adalah wanita.

    Lebih lanjut, berdasarkan laporan World Health Organization (WHO), asap rokok meningkatkan kemungkinan seorang perokok pasif mendapatkan kanker paru-paru hingga 20-30% dan menyebabkan 430 ribu kematian di seluruh dunia setiap tahun, yang 64% di antaranya adalah wanita.

    Faktor-faktor penyebab kanker paru lainnya

    Selain perokok pasif, menurut American Cancer Society ada beberapa faktor lainnya yang dapat membuat seorang non-perokok terkena penyakit kanker paru-paru:

    1. Gas radon

    Menurut US Environmental Protection Agency (EPA), penyebab utama kanker paru-paru bagi orang yang tidak merokok adalah paparan gas radon. Disebutkan bahwa gas radon menyumbang sekitar 21 ribu kematian akibat kanker paru-paru setiap tahun.

    Radon terjadi secara alami di luar ruangan dalam jumlah yang tidak berbahaya, tetapi kadang-kadang menjadi sangat berbahaya di rumah-rumah yang dibangun di atas tanah dengan endapan uranium alam. Studi menemukan bahwa risiko kanker paru-paru lebih tinggi pada mereka yang tinggal bertahun-tahun di rumah yang terkontaminasi radon.

    2. Tempat bekerja

    Bagi sebagian orang, tempat kerja mereka adalah sumber paparan karsinogen seperti dari paparan asbes dan knalpot mesin diesel. Meski pemerintah dan industri telah mengambil langkah untuk membantu melindungi pekerja, nyatanya bahaya masih mengintai. Dan jika pekerjaan Anda berhubungan dengan asbes dan knalpot mesin diesel, sebaiknya batasi paparan Anda terhadap kedua material tersebut.

    3. Polusi udara

    Sudah lama diketahui bahwa polusi udara – baik itu polusi dalam ruangan maupun polusi luar ruangan – berkontribusi terhadap terjadinya kanker paru-paru. WHO telah mengklasifikasikan polusi luar ruangan sebagai agen penyebab kanker (karsinogenik).

    4. Mutasi gen

    Para peneliti sedang mempelajari lebih banyak tentang apa yang menyebabkan sel menjadi kanker, dan bagaimana sel kanker paru berbeda antara non-perokok dan perokok. Memahami bagaimana perubahan gen yang menyebabkan sel kanker paru tumbuh akan membantu para peneliti untuk mengembangkan terapi.

    Keempat faktor tersebut adalah penyebab seseorang bisa terkena penyakit kanker paru meski ia tidak merokok. Oleh karenanya, jagalah kualitas udara di rumah Anda. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah rumah terkontaminasi radon atau tidak adalah melalui pengujian. Hindari juga paparan asap rokok, dan minimalkan paparan terhadap bahan-bahan karsinogen untuk mencegah terserang kanker paru-paru pada non-perokok. Menjaga asupan makanan Anda sehari-hari juga dapat menurunkan risiko.

  11. Tidak Merokok tapi Kena Kanker Paru, Kok Bisa?
    Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85%. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya. “Selama saya praktik, 5-10% pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

    Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kanker paru-paru pada non-perokok adalah terlalu sering terpapar asap rokok, atau lazim disebut perokok pasif. Walaupun risikonya tidak sebesar perokok aktif, terbukti menjadi perokok pasif juga dapat memberi dampak negatif jangka panjang.

    Penelitian menyebutkan 1 dari 5 wanita yang menderita kanker paru-paru tidak pernah merokok, dibandingkan dengan 1 dari 10 pria. Sebuah tinjauan pasien kanker paru-paru yang menjalani operasi dari 2008 sampai 2014 di Inggris, juga menemukan bahwa 67% dari mereka yang tidak pernah merokok adalah wanita.

    Lebih lanjut, berdasarkan laporan World Health Organization (WHO), asap rokok meningkatkan kemungkinan seorang perokok pasif mendapatkan kanker paru-paru hingga 20-30% dan menyebabkan 430 ribu kematian di seluruh dunia setiap tahun, yang 64% di antaranya adalah wanita.

  12. Tidak merokok tapi kena kanker paru, kok bisa
    Jika anda merasa aman dari ancaman kanker paru-paru karena tidak pernah merokok, sebaiknya anda harus tetap waspada. Faktanya, tidak merokok bukan
    Berarti anda pasti akan terbebas dari kanker paru-paru.
    Hal inilah yang dialami kepala pusat data,
    Informasi dan hubungan masyarakat badan Nasional penanggulangan bencana
    (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

  13. Ping-balik: Dark0de Market
  14. Ping-balik: relx
  15. Ping-balik: 카지노사이트
  16. Ping-balik: สโบเบ็ต
  17. Ping-balik: white runtz
  18. Ping-balik: prevent screenshot
  19. Ping-balik: sbo
  20. Ping-balik: Buy Firearms Online
  21. Ping-balik: Onion Link
  22. Ping-balik: cbd while pregnant
  23. Ping-balik: read
  24. Ping-balik: 4k porn videos
  25. Ping-balik: motorsport
  26. Ping-balik: bonanza178 online
  27. Ping-balik: สมัครyehyeh
  28. Ping-balik: click to read
  29. It’s a pity you don’t have a donate button! I’d definitely donate to this brilliant blog!
    I guess for now i’ll settle for bookmarking and adding your RSS feed to my Google account.
    I look forward to brand new updates and will share this blog with
    my Facebook group. Talk soon!

    My site –

  30. hello there and thank you for your info – I have certainly picked
    up something new from right here. I did however expertise several technical issues using
    this site, since I experienced to reload the web site a lot of times
    previous to I could get it to load correctly. I had been wondering if your hosting is OK?
    Not that I’m complaining, but slow loading instances times will sometimes affect your placement in google and could damage your
    high quality score if ads and marketing with Adwords.
    Well I am adding this RSS to my e-mail and could look out for a lot more
    of your respective fascinating content. Ensure that you update this again soon.

    Feel free to visit my web-site; vpn special coupon

  31. slot demo pg slot demo pg
    After I originally commented I seem to have clicked on the -Notify
    me when new comments are added- checkbox and from now on whenever a comment is
    added I get 4 emails with the same comment. Perhaps there is a means you can remove me from that service?

    Cheers!

  32. I was recommended this web site by my cousin. I am not sure whether
    this post is written by him as nobody else know such detailed about my difficulty.
    You’re wonderful! Thanks!

    Here is my web page: vpn

  33. I’m truly enjoying the design and layout of your website.
    It’s a very easy on the eyes which makes it much more pleasant
    for me to come here and visit more often. Did you hire out a developer to create your theme?
    Great work!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *