- berita

Buda Kliwon Pegat Uwakan, Momen Penutup Rangkaian Perayaan Hari Raya Galungan di Bali

Perayaan Galungan menjadi momen penting yang secara rutin dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali. Dalam setiap pelaksanaannya, Galungan diadakan dengan rangkaian acara yang sangat panjang. Proses pelaksanaannya diawali dengan Tumpek Wariga dan kemudian diakhiri dengan Buda Kliwon Pekat Uwakan atau Buda Kliwon Pahang.

Pelaksanaan Buda Kliwon Pahang biasanya dilakukan pada Wuku Pahang. Pelaksanaan Buda Kliwon Pahang menjadi tanda bahwa Galungan sudah selesai. Larangan dalam melaksanakan aktivitas keagamaan juga dicabut ketika Buda Kliwon Pahang dilaksanakan. Seperti diketahui, pada rentang antara Tumpek Wariga sampai Buda Kliwon Pahang, setiap ritual yang dilakukan tidak akan diterima Tuhan.

Larangan ini mencakup beragam jenis aktivitas keagamaan, terutama yang bersifat manusa yadnya. Sebagai contoh, Anda tidak akan menemukan perayaan perkawinan yang dilakukan pada rentang waktu tersebut. Meski begitu, aturan ini tidak berlaku secara absolut. Ritual keagamaan yang bersifat mendadak, seperti kematian, tetap bisa dilaksanakan, meski Buda Kliwon Pahang belum selesai.

Apa Saja yang Dilakukan saat Buda Kliwon Pegat Uwakan?

Pelaksanaan Hari Raya Galungan di Bali ditandai dengan suasana jalanan yang sangat meriah. Pada momen ini, Anda bisa menjumpai keberadaan penjor yang biasa ditempatkan di depan rumah, kantor pemerintah, tempat ibadah, dan sebagainya. Keberadaan penjor tersebut merupakan salah satu upaya dalam melambangkan keberadaan Bhatara Mahadewa yang memiliki stana di Gunung Agung.

Ketika Buda Kliwon Pahang sudah dilaksanakan, maka penjor-penjor yang terpasang itu kemudian akan diturunkan. Tidak hanya itu, penjor-penjor yang sudah diturunkan juga bakal dibakar. Setelah dibakar, masyarakat Bali biasanya didorong untuk menanam abu sisa pembakaran penjor di dalam rumah dengan disertai canang sari.

Makna Buda Kliwon Pegat Uwakan

Secara bahasa, pegat memiliki arti putus. Sementara itu, uwakan punya makna kembali. Artinya, masyarakat Hindu Bali yang sudah menjalankan Hari Raya Galungan dan Kuningan, telah memperoleh pengetahuian lewat proses pengendalian diri yang dilaksanakan selama Galungan. Selanjutnya, pengetahuan itu tak hanya cukup diketahui, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Apalagi, pada perayaan Galungan, umat Hindu Bali memperoleh pembekalan dharma selama satu bulan dan 7 hari. Mereka pun didorong untuk menerapkan nilai-nilai dharma tersebut. Bahkan, konsep penerapan dharma ini tidak hanya mencakup kehidupan sehari-hari, tetapi juga kehidupan dalam menghadapi persaingan global.

Selain itu, hari-hari setelah pelaksanaan Buda Kliwon Pahang juga dianggap sebagai hari-hari yang baik oleh masyarakat Hindu Bali. Oleh karena itu, momen-momen setelah Galungan sering dipilih oleh umat Hindu Bali dalam melakukan beragam aktivitas keagamaan, termasuk di antaranya adalah pernikahan.

Itulah informasi mengenai cara pelaksanaan Buda Kliwon Pahang oleh masyarakat Bali. Tradisi dalam proses pelaksanaannya menjadi hal yang wajib bagi mereka. Untuk para wisatawan, ritual seperti ini juga merupakan salah satu keunikan yang tak akan dijumpai di tempat lain. Hanya ada di Bali.

Sumber: https://www.kintamani.id/buda-kliwon-pegat-uwakan-momen-penutup-rangkaian-perayaan-hari-raya-galungan-di-bali/

Setelah membaca, anak – anak wajib mengisi form literasi dengan menekan tautan ini di bawah ini.

http://bit.ly/gerakanliterasiapril-juni

About Humas Division

Read All Posts By Humas Division

2,888 thoughts on “Buda Kliwon Pegat Uwakan, Momen Penutup Rangkaian Perayaan Hari Raya Galungan di Bali

  1. Perayaan Galungan menjadi momen penting yang secara rutin dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali. Dalam setiap pelaksanaannya, Galungan diadakan dengan rangkaian acara yang sangat panjang. Proses pelaksanaannya diawali dengan Tumpek Wariga dan kemudian diakhiri dengan Buda Kliwon Pekat Uwakan atau Buda Kliwon Pahang.

  2. Uwakan, Momen Penutup Rangkaian Perayaan Hari Raya Galungan di Bali
    Perayaan Galungan menjadi momen penting yang secara rutin dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali. Dalam setiap pelaksanaannya, Galungan diadakan dengan rangkaian acara yang sangat panjang. Proses pelaksanaannya diawali dengan Tumpek Wariga dan kemudian diakhiri dengan Buda Kliwon Pekat Uwakan atau Buda Kliwon Pahang.

    Pelaksanaan Buda Kliwon Pahang biasanya dilakukan pada Wuku Pahang. Pelaksanaan Buda Kliwon Pahang menjadi tanda bahwa Galungan sudah selesai. Larangan dalam melaksanakan aktivitas keagamaan juga dicabut ketika Buda Kliwon Pahang dilaksanakan. Seperti diketahui, pada rentang antara Tumpek Wariga sampai Buda Kliwon Pahang, setiap ritual yang dilakukan tidak akan diterima Tuhan.

    Larangan ini mencakup beragam jenis aktivitas keagamaan, terutama yang bersifat manusa yadnya. Sebagai contoh, Anda tidak akan menemukan perayaan perkawinan yang dilakukan pada rentang waktu tersebut. Meski begitu, aturan ini tidak berlaku secara absolut. Ritual keagamaan yang bersifat mendadak, seperti kematian, tetap bisa dilaksanakan, meski Buda Kliwon Pahang belum selesai.

    Apa Saja yang Dilakukan saat Buda Kliwon Pegat Uwakan?
    Pelaksanaan Hari Raya Galungan di Bali ditandai dengan suasana jalanan yang sangat meriah. Pada momen ini, Anda bisa menjumpai keberadaan penjor yang biasa ditempatkan di depan rumah, kantor pemerintah, tempat ibadah, dan sebagainya. Keberadaan penjor tersebut merupakan salah satu upaya dalam melambangkan keberadaan Bhatara Mahadewa yang memiliki stana di Gunung Agung.

    Ketika Buda Kliwon Pahang sudah dilaksanakan, maka penjor-penjor yang terpasang itu kemudian akan diturunkan. Tidak hanya itu, penjor-penjor yang sudah diturunkan juga bakal dibakar. Setelah dibakar, masyarakat Bali biasanya didorong untuk menanam abu sisa pembakaran penjor di dalam rumah dengan disertai canang sari.

    Makna Buda Kliwon Pegat Uwakan
    Secara bahasa, pegat memiliki arti putus. Sementara itu, uwakan punya makna kembali. Artinya, masyarakat Hindu Bali yang sudah menjalankan Hari Raya Galungan dan Kuningan, telah memperoleh pengetahuian lewat proses pengendalian diri yang dilaksanakan selama Galungan. Selanjutnya, pengetahuan itu tak hanya cukup diketahui, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Apalagi, pada perayaan Galungan, umat Hindu Bali memperoleh pembekalan dharma selama satu bulan dan 7 hari. Mereka pun didorong untuk menerapkan nilai-nilai dharma tersebut. Bahkan, konsep penerapan dharma ini tidak hanya mencakup kehidupan sehari-hari, tetapi juga kehidupan dalam menghadapi persaingan global.

    Selain itu, hari-hari setelah pelaksanaan Buda Kliwon Pahang juga dianggap sebagai hari-hari yang baik oleh masyarakat Hindu Bali. Oleh karena itu, momen-momen setelah Galungan sering dipilih oleh umat Hindu Bali dalam melakukan beragam aktivitas keagamaan, termasuk di antaranya adalah pernikahan.

    Itulah informasi mengenai cara pelaksanaan Buda Kliwon Pahang oleh masyarakat Bali. Tradisi dalam proses pelaksanaannya menjadi hal yang wajib bagi mereka. Untuk para wisatawan, ritual seperti ini juga merupakan salah satu keunikan yang tak akan dijumpai di tempat lain. Hanya ada di Bali.

  3. Perayaan Galungan menjadi momen penting yang secara rutin dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali. Dalam setiap pelaksanaannya, Galungan diadakan dengan rangkaian acara yang sangat panjang. Proses pelaksanaannya diawali dengan Tumpek Wariga dan kemudian diakhiri dengan Buda Kliwon Pekat Uwakan atau Buda Kliwon Pahang.

  4. Perayaan Galungan menjadi momen penting yang secara rutin dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali. Dalam setiap pelaksanaannya, Galungan diadakan dengan rangkaian acara yang sangat panjang. Proses pelaksanaannya diawali dengan Tumpek Wariga dan kemudian diakhiri dengan Buda Kliwon Pekat Uwakan atau Buda Kliwon Pahang.

    Pelaksanaan Hari Raya Galungan di Bali ditandai dengan suasana jalanan yang sangat meriah. Pada momen ini, Anda bisa menjumpai keberadaan penjor yang biasa ditempatkan di depan rumah, kantor pemerintah, tempat ibadah, dan sebagainya. Keberadaan penjor tersebut merupakan salah satu upaya dalam melambangkan keberadaan Bhatara Mahadewa yang memiliki stana di Gunung Agung.

    Secara bahasa, pegat memiliki arti putus. Sementara itu, uwakan punya makna kembali. Artinya, masyarakat Hindu Bali yang sudah menjalankan Hari Raya Galungan dan Kuningan, telah memperoleh pengetahuian lewat proses pengendalian diri yang dilaksanakan selama Galungan. Selanjutnya, pengetahuan itu tak hanya cukup diketahui, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

  5. Uwakan, Momen Penutup Rangkaian Perayaan Hari Raya Galungan di Bali
    Perayaan Galungan menjadi momen penting yang secara rutin dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali. Dalam setiap pelaksanaannya, Galungan diadakan dengan rangkaian acara yang sangat panjang. Proses pelaksanaannya diawali dengan Tumpek Wariga dan kemudian diakhiri dengan Buda Kliwon Pekat Uwakan atau Buda Kliwon Pahang.

    Pelaksanaan Buda Kliwon Pahang biasanya dilakukan pada Wuku Pahang. Pelaksanaan Buda Kliwon Pahang menjadi tanda bahwa Galungan sudah selesai. Larangan dalam melaksanakan aktivitas keagamaan juga dicabut ketika Buda Kliwon Pahang dilaksanakan. Seperti diketahui, pada rentang antara Tumpek Wariga sampai Buda Kliwon Pahang, setiap ritual yang dilakukan tidak akan diterima Tuhan.

    Larangan ini mencakup beragam jenis aktivitas keagamaan, terutama yang bersifat manusa yadnya. Sebagai contoh, Anda tidak akan menemukan perayaan perkawinan yang dilakukan pada rentang waktu tersebut. Meski begitu, aturan ini tidak berlaku secara absolut. Ritual keagamaan yang bersifat mendadak, seperti kematian, tetap bisa dilaksanakan, meski Buda Kliwon Pahang belum selesai.

    Apa Saja yang Dilakukan saat Buda Kliwon Pegat Uwakan?
    Pelaksanaan Hari Raya Galungan di Bali ditandai dengan suasana jalanan yang sangat meriah. Pada momen ini, Anda bisa menjumpai keberadaan penjor yang biasa ditempatkan di depan rumah, kantor pemerintah, tempat ibadah, dan sebagainya. Keberadaan penjor tersebut merupakan salah satu upaya dalam melambangkan keberadaan Bhatara Mahadewa yang memiliki stana di Gunung Agung.

    Ketika Buda Kliwon Pahang sudah dilaksanakan, maka penjor-penjor yang terpasang itu kemudian akan diturunkan. Tidak hanya itu, penjor-penjor yang sudah diturunkan juga bakal dibakar. Setelah dibakar, masyarakat Bali biasanya didorong untuk menanam abu sisa pembakaran penjor di dalam rumah dengan disertai canang sari.

    Makna Buda Kliwon Pegat Uwakan
    Secara bahasa, pegat memiliki arti putus. Sementara itu, uwakan punya makna kembali. Artinya, masyarakat Hindu Bali yang sudah menjalankan Hari Raya Galungan dan Kuningan, telah memperoleh pengetahuian lewat proses pengendalian diri yang dilaksanakan selama Galungan. Selanjutnya, pengetahuan itu tak hanya cukup diketahui, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Apalagi, pada perayaan Galungan, umat Hindu Bali memperoleh pembekalan dharma selama satu bulan dan 7 hari. Mereka pun didorong untuk menerapkan nilai-nilai dharma tersebut. Bahkan, konsep penerapan dharma ini tidak hanya mencakup kehidupan sehari-hari, tetapi juga kehidupan dalam menghadapi persaingan global.

    Selain itu, hari-hari setelah pelaksanaan Buda Kliwon Pahang juga dianggap sebagai hari-hari yang baik oleh masyarakat Hindu Bali. Oleh karena itu, momen-momen setelah Galungan sering dipilih oleh umat Hindu Bali dalam melakukan beragam aktivitas keagamaan, termasuk di antaranya adalah pernikahan.

    Itulah informasi mengenai cara pelaksanaan Buda Kliwon Pahang oleh masyarakat Bali. Tradisi dalam proses pelaksanaannya menjadi hal yang wajib bagi mereka. Untuk para wisatawan, ritual seperti ini juga merupakan salah satu keunikan yang tak akan dijumpai di tempat lain. Hanya ada di Bali.

  6. Pingback: buy valid dumps
  7. Pingback: valid dumps shop
  8. Pingback: buy weed online
  9. Pingback: relx
  10. Pingback: kardinal stick
  11. Pingback: Firearms For Sale
  12. Pingback: best dumps vendor
  13. Pingback: Devops Companies
  14. Pingback: glock 17m
  15. Pingback: nova88
  16. Pingback: visit
  17. Pingback: Onion Link
  18. Pingback: buy benelli guns
  19. Pingback: สล็อต
  20. Pingback: sbobet
  21. Pingback: tu peux vérifier
  22. Pingback: Sexy Baccarat
  23. Pingback: buy guns
  24. Pingback: bonanza178