- berita

Kerik Gigi, Tradisi Menyakitkan & Simbol Kecantikan Suku Mentawai

Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

Mereka juga percaya jika sudah meiliki gigi runcing ka memiliki kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Wanita Mentawai juga percaya jika yang memiliki gigi runcing lebih memiliki nilai.

Proses kerik gigi dilakukan oleh ketua adat. Gigi yang akan diruncingkan tidak diberikan obat bius.

Alat yang digunakan pun terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam. Tentunya proses ritual ini menyakitkan, maka dari itu sebelum proses biasanya wanita Suku Mentawai mengigit pisang hijau.Dalam prosesnya pun tak sebentar karena gigi yang diruncing tak hanya 1 atau 2 saja. Gigi yang diruncing akan dibuat seperti segitiga. Kini, tradisi ini pun semakin ditinggalakan karena pengaruh dunia luar.

Sumber: https://kumparan.com/kumparantravel/kerik-gigi-tradisi-menyakitkan-and-simbol-kecantikan-suku-mentawai/full

Silahkan anak – anak mengisi Google Form setelah membaca artikel di atas dengan menekan tautan di bawah ini

https://forms.gle/nxDu8XdmHzm8ysDF9

About Humas Division

Read All Posts By Humas Division

46 thoughts on “Kerik Gigi, Tradisi Menyakitkan & Simbol Kecantikan Suku Mentawai

  1. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

    Mereka juga percaya jika sudah meiliki gigi runcing ka memiliki kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Wanita Mentawai juga percaya jika yang memiliki gigi runcing lebih memiliki nilai.

    Proses kerik gigi dilakukan oleh ketua adat. Gigi yang akan diruncingkan tidak diberikan obat bius.

    Alat yang digunakan pun terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam. Tentunya proses ritual ini menyakitkan, maka dari itu sebelum proses biasanya wanita Suku Mentawai mengigit pisang hijau.Dalam prosesnya pun tak sebentar karena gigi yang diruncing tak hanya 1 atau 2 saja. Gigi yang diruncing akan dibuat seperti segitiga. Kini, tradisi ini pun semakin ditinggalakan karena pengaruh dunia luar.

    1. masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

      Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

      Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

      Mereka juga percaya jika sudah meiliki gigi runcing ka memiliki kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Wanita Mentawai juga percaya jika yang memiliki gigi runcing lebih memiliki nilai.

      Proses kerik gigi dilakukan oleh ketua adat. Gigi yang akan diruncingkan tidak diberikan obat bius.

      Alat yang digunakan pun terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam. Tentunya proses ritual ini menyakitkan, maka dari itu sebelum proses biasanya wanita Suku Mentawai mengigit pisang hijau.Dalam prosesnya pun tak sebentar karena gigi yang diruncing tak hanya 1 at

      1. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

        Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

        Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

  2. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

    1. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

      Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

      Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

    2. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

      Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

      Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

      Mereka juga percaya jika sudah meiliki gigi runcing ka memiliki kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Wanita Mentawai juga percaya jika yang memiliki gigi runcing lebih memiliki nilai.

      Proses kerik gigi dilakukan oleh ketua adat. Gigi yang akan diruncingkan tidak diberikan obat bius.

      Alat yang digunakan pun terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam. Tentunya proses ritual ini menyakitkan, maka dari itu sebelum proses biasanya wanita Suku Mentawai mengigit pisang hijau.Dalam prosesnya pun tak sebentar karena gigi yang diruncing tak hanya 1 atau 2 saja. Gigi yang diruncing akan dibuat seperti segitiga. Kini, tradisi ini pun semakin ditinggalakan karena pengaruh dunia luar.

    1. Kerik Gigi, Tradisi Menyakitkan & Simbol Kecantikan Suku Mentawai

      Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

      Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

      Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

      Mereka juga percaya jika sudah meiliki gigi runcing ka memiliki kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Wanita Mentawai juga percaya jika yang memiliki gigi runcing lebih memiliki nilai.

      Proses kerik gigi dilakukan oleh ketua adat. Gigi yang akan diruncingkan tidak diberikan obat bius.

      Alat yang digunakan pun terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam. Tentunya proses ritual ini menyakitkan, maka dari itu sebelum proses biasanya wanita Suku Mentawai mengigit pisang hijau.Dalam prosesnya pun tak sebentar karena gigi yang diruncing tak hanya 1 atau 2 saja. Gigi yang diruncing akan dibuat seperti segitiga. Kini, tradisi ini pun semakin ditinggalakan karena pengaruh dunia luar.

  3. Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

  4. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

  5. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian

  6. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian

  7. masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

    Mereka juga percaya jika sudah meiliki gigi runcing ka memiliki kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Wanita Mentawai juga percaya jika yang memiliki gigi runcing lebih memiliki nilai.

    Proses kerik gigi dilakukan oleh ketua adat. Gigi yang akan diruncingkan tidak diberikan obat bius.

    Alat yang digunakan pun terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam. Tentunya proses ritual ini menyakitkan, maka dari itu sebelum proses biasanya wanita Suku Mentawai mengigit pisang hijau.Dalam prosesnya pun tak sebentar karena gigi yang diruncing tak hanya 1 at

  8. Kerik Gigi, Tradisi Menyakitkan & Simbol Kecantikan Suku Mentawai

    Setiap wanita tentunya memiliki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

  9. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.
    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya.

  10. Angklung Berasal dari Jawa Barat, Ini Sejarah dan Jenis-Jenisnya

    Angklung merupakan salah satu alat tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu. Angklung dikenal sebagai alat musik yang berasal dari tanah Sunda yakni Jawa Barat.

    Berbeda dengan alat musik lainnya yang dipukul atau ditiup, cara memainkan angklung terbilang unik karena dilakukan dengan cara digoyangkan atau digetarkan.

    Angklung terdiri dari dua, tiga atau empat bambu dengan susunan dua, tiga dan empat nada. Bambu yang biasa digunakan untuk membuat angklung adalah awi wulung atau bambu hitam dan awi temen atau bambu putih.

    Sejarah Angklung

    Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud RI, Angklung adalah alat musik bernada ganda yang telah dikenal sejak abad ke 11.

    Untuk nama angklung sendiri berasal dari Bahasa Sunda yaitu angkleung-angkleungan. Terdiri dari dua suku kata yaitu angka yang berarti nada dan lung yang berarti pecah.

    Bunyi pada angklung tersebut dihasilkan oleh benturan badan pipa bambu sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.

  11. Kerik Gigi, Tradisi Menyakitkan & Simbol Kecantikan Suku Mentawai

    Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

  12. Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

    Mereka juga percaya jika sudah meiliki gigi runcing ka memiliki kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Wanita Mentawai juga percaya jika yang memiliki gigi runcing lebih memiliki nilai.

    Proses kerik gigi dilakukan oleh ketua adat. Gigi yang akan diruncingkan tidak diberikan obat bius.

    Alat yang digunakan pun terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam. Tentunya proses ritual ini menyakitkan, maka dari itu sebelum proses biasanya wanita Suku Mentawai mengigit pisang hijau.

    1. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

      Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

      Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian

  13. Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

    Mereka juga percaya jika sudah meiliki gigi runcing ka memiliki kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Wanita Mentawai juga percaya jika yang memiliki gigi runcing lebih memiliki nilai.

    Proses kerik gigi dilakukan oleh ketua adat. Gigi yang akan diruncingkan tidak diberikan obat bius.

  14. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

  15. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

  16. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

    Mereka juga percaya jika sudah meiliki gigi runcing ka memiliki kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Wanita Mentawai juga percaya jika yang memiliki gigi runcing lebih memiliki nilai.

    Proses kerik gigi dilakukan oleh ketua adat. Gigi yang akan diruncingkan tidak diberikan obat bius.

    Alat yang digunakan pun terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam. Tentunya proses ritual ini menyakitkan, maka dari itu sebelum proses biasanya wanita Suku Mentawai mengigit pisang hijau.Dalam prosesnya pun tak sebentar karena gigi yang diruncing tak hanya 1 atau 2 saja. Gigi yang diruncing akan dibuat seperti segitiga. Kini, tradisi ini pun semakin ditinggalakan karena pengaruh dunia luar.

  17. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

  18. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

  19. Setiap wanita tentunya memiliki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi adalah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan juga dipercaya akan memberikan kebahagiaan dan kebahagiaan.

  20. Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

  21. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian

  22. Setiap wanita tentunya memilki standar kecantikan masing-masing. Mulai dari tubuh yang ideal, kaki yang jenjang, rambut pirang, bulu mata yang panjang hingga sederet standar kecantikan lainnya.

    Sama halnya dengan Suku Mentawai. Suku yang mendiami Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat ini memiliki standar kecantikan tersendiri.

    Wanita Suku Mentawai menganggap kecantikan mereka dilihat dari gigi yang runcing. Tradisi meruncingkan gigi ini bernama Kerik Gigi yang sudah dilakukan sejak lama.Tujuan kerik gigi ialah untuk terlihat cantik dan menarik di mata pria di sekelilingnya. Selain itu sebagai penanda kedewasaan wanita dan dipercaya juga akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian.

    Mereka juga percaya jika sudah meiliki gigi runcing ka memiliki kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Wanita Mentawai juga percaya jika yang memiliki gigi runcing lebih memiliki nilai.

    Proses kerik gigi dilakukan oleh ketua adat. Gigi yang akan diruncingkan tidak diberikan obat bius.

    Alat yang digunakan pun terbuat dari besi atau kayu yang sudah diasah hingga tajam. Tentunya proses ritual ini menyakitkan, maka dari itu sebelum proses biasanya wanita Suku Mentawai mengigit pisang hijau.Dalam prosesnya pun tak sebentar karena gigi yang diruncing tak hanya 1 atau 2 saja. Gigi yang diruncing akan dibuat seperti segitiga. Kini, tradisi ini pun semakin ditinggalakan karena pengaruh dunia luar.

  23. I appreciate, result in I found exactly what I used to
    be having a look for. You’ve ended my four day lengthy hunt!
    God Bless you man. Have a nice day. Bye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *