- berita

Bakar Tongkang, Tradisi Etnis Tionghoa untuk Memulai Kehidupan Baru

Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

Bakar Tongkang yang juga dikenal dalam bahasa Hokkien sebagai Go Gek Cap Lak, adalah upacara tahunan yang selalu digelar di Bagansiapiapi oleh masyarakat etnis Tionghoa sejak 134 tahun silam. Sesuai dengan nama upacara ini, akan ada sebuah replika tongkang—yang digambarkan sebagai kapal kayu tradisional Tiongkok yang digerakkan dengan bantuan layar—yang benar-benar akan dibakar sampai habis dalam upacara ini, Sahabat.

Kemeriahan upacara ini berhasil diabadikan oleh @dhannikonart dalam Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance hingga akhirnya terpilih sebagai juara pertama, lho! Penasaran dengan Upacara Bakar Tongkang ini, Sahabat? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Sejarah di Balik Upacara Bakar Tongkang

Bermula pada tahun 1820, sekelompok etnis Tionghoa melakukan pelayaran dari Provinsi Fujian ke negeri seberang dengan menggunakan kapal kayu untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Pelayaran panjang ini akhirnya mendapatkan titik terang setelah mereka mendapati ada cahaya dari kejauhan.

Cahaya tersebut berhasil menuntun mereka hingga sampai ke daratan. Daratan tersebut ternyata adalah pesisir Bagansiapiapi. Setelah sampai di daratan, kelompok tersebut lalu membakar kapal yang mereka tumpangi sebagai simbol bahwa mereka siap untuk menjalani kehidupan di tempat baru yang mereka sebut sebagai Hong Kong van Andalas ini.

Meski sempat dilarang penyelenggaraannya di Indonesia, namun sejak era Presiden Gus Dur, larangan penyelenggaraan ini dicabut. Alhasil, kini Sahabat kembali bisa menikmati upacara ini yang resmi digelar setiap tahun, lho.

Prosesi Upacara Bakar Tongkang

Sebelumnya, para penyelenggara acara akan mempersiapkan sebuah replika tongkang yang nantinya akan diarak mengelilingi Kota Bagansiapiapi. Arak-arakan inilah yang berhasil menarik perhatian banyak wisatawan dan warga setempat sehingga jalanan akan dipadati oleh para pengunjung.

Replika kapal ini memiliki ukuran kurang lebih panjang 8,5 meter dan lebar 1,7 meter. Sedangkan beratnya bisa mencapai 400 kg, lho, Sahabat. Satu malam sebelum upacara ini berlangsung, tongkang ini akan disimpan dan diberkati di Klenteng Hok Hok Eng lalu barulah dibawa ke tempat arak-arakan untuk kemudian prosesi bakar tongkang akan dilakukan.

Diperkirakan lebih dari 50.000 wisatawan domestik dan mancanegara akan berkumpul di tempat ini untuk menyaksikan perhelatan ini, Sahabat. Masyarakat etnis Tionghoa yang ada di lokasi akan berdoa meminta keberkahan pada para dewa saat replika tongkang ini melintas.

Setelah selesai diarak keliling kota, replika tongkang ini akan diletakkan di sebuah lapangan yang terletak di Jalan Perniagaan. Lapangan tempat tongkang diletakkan telah dipenuhi dengan tumpukan kertas kuning.  Tepat pukul 4 sore, replika tongkang akan mulai dibakar. Masyarakat Tionghoa akan menyaksikan ini dengan saksama sambil terus berdoa.

Keunikan dalam Upacara Bakar Tongkang

Ada satu keunikan dari tradisi ini yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat, yakni ke mana arah jatuhnya tonggak kayu yang dipasang pada tongkang. Hal ini menjadi penting bagi masyarakat Tionghoa karena arah jatuhnya tonggak kayu ini akan menjadi ramalan tersendiri mengenai peruntungan rezeki masyarakat.

Peruntungan ini ditentukan dengan dua arah, yakni utara untuk laut dan selatan untuk darat. Jika tonggak jatuh ke arah utara, maka rezeki di tahun ini akan lebih banyak di laut. Sedangkan jika tonggak jatuh ke arah selatan, maka rezeki akan lebih banyak datang dari arah darat. Unik, kan, Sahabat?
Nah, itu tadi informasi mengenai Upacara Bakar Tongkang yang rutin digelar di Kota Bagansiapiapi.

Sumber: https://www.adira.co.id/sahabatlokal/article_short/metalink/bakar-tongkang

Silahkan anak – anak mengisi Google Form setelah membaca artikel di atas dengan menekan tautan di bawah ini

https://forms.gle/PwNuV1KXB5e9ZZvZ9

About Humas Division

Read All Posts By Humas Division

681 thoughts on “Bakar Tongkang, Tradisi Etnis Tionghoa untuk Memulai Kehidupan Baru

  1. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

    1. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

      Bakar Tongkang yang juga dikenal dalam bahasa Hokkien sebagai Go Gek Cap Lak, adalah upacara tahunan yang selalu digelar di Bagansiapiapi oleh masyarakat etnis Tionghoa sejak 134 tahun silam. Sesuai dengan nama upacara ini, akan ada sebuah replika tongkang—yang digambarkan sebagai kapal kayu tradisional Tiongkok yang digerakkan dengan bantuan layar—yang benar-benar akan dibakar sampai habis dalam upacara ini, Sahabat.

      Kemeriahan upacara ini 

  2. Bakar Tongkang, Tradisi Etnis Tionghoa untuk Memulai Kehidupan Baru

    Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

  3. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

    Bakar Tongkang yang juga dikenal dalam bahasa Hokkien sebagai Go Gek Cap Lak, adalah upacara tahunan yang selalu digelar di Bagansiapiapi oleh masyarakat etnis Tionghoa sejak 134 tahun silam. Sesuai dengan nama upacara ini, akan ada sebuah replika tongkang—yang digambarkan sebagai kapal kayu tradisional Tiongkok yang digerakkan dengan bantuan layar—yang benar-benar akan dibakar sampai habis dalam upacara ini, Sahabat

  4. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

  5. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

  6. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

  7. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

    Bakar Tongkang yang juga dikenal dalam bahasa Hokkien sebagai Go Gek Cap Lak, adalah upacara tahunan yang selalu digelar di Bagansiapiapi oleh masyarakat etnis Tionghoa sejak 134 tahun silam. Sesuai dengan nama upacara ini, akan ada sebuah replika tongkang—yang digambarkan sebagai kapal kayu tradisional Tiongkok yang digerakkan dengan bantuan layar—yang benar-benar akan dibakar sampai habis dalam upacara ini, Sahabat

  8. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

  9. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

  10. Bakar Tongkang yang juga dikenal dalam bahasa Hokkien sebagai Go Gek Cap Lak, adalah upacara tahunan yang selalu digelar di Bagansiapiapi oleh masyarakat etnis Tionghoa sejak 134 tahun silam. Sesuai dengan nama upacara ini, akan ada sebuah replika tongkang—yang digambarkan sebagai kapal kayu tradisional Tiongkok yang digerakkan dengan bantuan layar—yang benar-benar akan dibakar sampai habis dalam upacara ini

  11. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

  12. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

    Bakar Tongkang yang juga dikenal dalam bahasa Hokkien sebagai Go Gek Cap Lak, adalah upacara tahunan yang selalu digelar di Bagansiapiapi oleh masyarakat etnis Tionghoa sejak 134 tahun silam. Sesuai dengan nama upacara ini, akan ada sebuah replika tongkang—yang digambarkan sebagai kapal kayu tradisional Tiongkok yang digerakkan dengan bantuan layar—yang benar-benar akan dibakar sampai habis dalam upacara ini, Sahabat.

    Kemeriahan upacara ini berhasil diabadikan oleh @dhannikonart dalam Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance hingga akhirnya terpilih sebagai juara pertama, lho! Penasaran dengan Upacara Bakar Tongkang ini, Sahabat? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

  13. Bakar Tongkang, Tradisi Etnis Tionghoa untuk Memulai Kehidupan Baru

    Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun

  14. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

    Bakar Tongkang yang juga dikenal dalam bahasa Hokkien sebagai Go Gek Cap Lak, adalah upacara tahunan yang selalu digelar di Bagansiapiapi oleh masyarakat etnis Tionghoa sejak 134 tahun silam. Sesuai dengan nama upacara ini, akan ada sebuah replika tongkang—yang digambarkan sebagai kapal kayu tradisional Tiongkok yang digerakkan dengan bantuan layar—yang benar-benar akan dibakar sampai habis dalam upacara ini, Sahabat.

  15. Bakar Tongkang, Tradisi Etnis Tionghoa untuk Memulai Kehidupan Baru

    Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

    Bakar Tongkang yang juga dikenal dalam bahasa Hokkien sebagai Go Gek Cap Lak, adalah upacara tahunan yang selalu digelar di Bagansiapiapi oleh masyarakat etnis Tionghoa sejak 134 tahun silam. Sesuai dengan nama upacara ini, akan ada sebuah replika tongkang—yang digambarkan sebagai kapal kayu tradisional Tiongkok yang digerakkan dengan bantuan layar—yang benar-benar akan dibakar sampai habis dalam upacara ini, Sahabat.

    Kemeriahan upacara ini berhasil diabadikan oleh @dhannikonart dalam Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance hingga akhirnya terpilih sebagai juara pertama, lho! Penasaran dengan Upacara Bakar Tongkang ini, Sahabat? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

    1. Bakar Tongkang, Tradisi Etnis Tionghoa untuk Memulai Kehidupan Baru

      Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

      Bakar Tongkang yang juga dikenal dalam bahasa Hokkien sebagai Go Gek Cap Lak, adalah upacara tahunan yang selalu digelar di Bagansiapiapi oleh masyarakat etnis Tionghoa sejak 134 tahun silam. Sesuai dengan nama upacara ini, akan ada sebuah replika tongkang—yang digambarkan sebagai kapal kayu tradisional Tiongkok yang digerakkan dengan bantuan layar—yang benar-benar akan dibakar sampai habis dalam upacara ini

  16. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

    Bakar Tongkang yang juga dikenal dalam bahasa Hokkien sebagai Go Gek Cap Lak, adalah upacara tahunan yang selalu digelar di Bagansiapiapi oleh masyarakat etnis Tionghoa sejak 134 tahun silam. Sesuai dengan nama upacara ini, akan ada sebuah replika tongkang—yang digambarkan sebagai kapal kayu tradisional Tiongkok yang digerakkan dengan bantuan layar—yang benar-benar akan dibakar sampai habis dalam upacara ini, Sahabat.

    Kemeriahan upacara ini

  17. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

  18. Selalu ada cara untuk melestarikan warisan nenek moyang di Indonesia. Salah satunya berasal dari etnis Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau, yang selalu melestarikan warisan nenek moyang dengan menggelar Upacara Bakar Tongkang setiap tahun.

    Bakar Tongkang yang juga dikenal dalam bahasa Hokkien sebagai Go Gek Cap Lak, adalah upacara tahunan yang selalu digelar di Bagansiapiapi oleh masyarakat etnis Tionghoa sejak 134 tahun silam. Sesuai dengan nama upacara ini, akan ada sebuah replika tongkang—yang digambarkan sebagai kapal kayu tradisional Tiongkok yang digerakkan dengan bantuan layar—yang benar-benar akan dibakar sampai habis dalam upacara ini, Sahabat.

  19. A California real estate license costs about $515 for agents and $880 for brokers. In order to maintain your license, you will need to spend $305-360 per year for the next four years. In order to obtain a license from the California Department of Real Estate, applicants must first take college-level courses. California residents pay a license fee for renewals. The price per year is not too bad because you only have to renew every four years. If you miss the deadline for renewing, you will be charged an additional fee. There may or may not be a fee for other miscellaneous services. We use cookies and Google Analytics to analyze our website traffic and to understand where our visitors are coming from. By browsing our website, you consent to our use of cookies and Google Analytics. View our Privacy Policy and Terms of Use.
    https://spencerwflz988099.uzblog.net/what-is-a-foundation-construction-37812886
    Fiduciary commissions – Estate executors, personal representatives, and administrators are legally entitled to take a “commission” on the value of the estate as a fee for their services in these roles. The fee amount and timing for when the fee can be taken is determined under relevant state law and is based on the value of the estate and the income it generates. It is typically a blended rate of around 3.5% of the estate. Transfer of Real Property to a “Third Party”: For filing proposes, a transfer of the real property to a third party occurs when all the real property received is transferred to someone other than an original transferee or transferor. Therefore, a transfer may qualify for exclusion when a partial interest in the property received is transferred to a third party prior to an application being filed.

  20. There’s no difficulty for us to help you open your account at the best betting exchange. It’s what BET-IBC does and we’re good at it! The process is the usual one. Just fill in the registration form to get started placing bets through an account that will be opened in €. We are always at your disposal for any assistance you may require or any responses to your concerns and questions. A betting exchange allows punters to bet against each other, as opposed to a sportsbook, through which you wager against fixed odds set by a bookmaker. In this article, we list the best betting exchange sites available, detail a few tips and strategies, and give a detailed comparison of exchange platforms and sportsbooks. However, once you start to master the differences between regular and exchange betting, the rewards can be lucrative. Even simple horse racing betting can become far more profitable, with higher odds and a higher variety of options for securing a bet you are comfortable with. A bet exchange, on average, will almost always be more profitable than a normal betting site.
    http://scoringcentral.mattiaswestlund.net/member.php?action=profile&uid=287795
    BetRivers SugarHouse offer a second chance bonus bet up to $500. If your first bet loses, you’ll get a refund in the form of a bonus bet up to the limit. You have 30 days to use the bonus bet once you receive it. The basketball offering at this site is feature-packed, with live streaming of all NBA games on the site and app, cash out offered on in-play bets, and a basketball bet builder of up to 12 selections available as well. NBA props are bets on events that may or may not occur without affecting the outcome of the game. Some props will be exclusive among the best NBA betting apps to set their betting action apart from competitors. These basketball bets can involve entire NBA teams or individual player props such as: Occupying on of the tops spots on our shortlist of the top basketball betting sites, and providing punters with a brilliant betting experience, is William Hill. Once seen as a horse racing centred bookmaker, William Hill have more recently embraced the wider world of sports betting and that is never better demonstrated than by their extensive basketball betting options.